Unisnu Ajak Guru Mengembangkan Model Pembelajaran Berbasis Sentra

Unisnu Ajak Guru Mengembangkan Model Pembelajaran Berbasis Sentra

Masa keemasan pada anak (golden age) sangat fundamental untuk mendapatkan stimulasi perkembangan yang maksimal atas seluruh potensi yang dimilikinya. Sebab di masa perkembangan anak usia dini, ana-anak mampu mengidentifikasi, bereksplorasi, dan bermain. Maka di usia ini anak-anak harus memperoleh pembelajaran yang tepat dengan proses yang tepat pula.

Hal ini disampaikan oleh Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Unisnu Drs. Abdul Rozaq, M.Ag. ketika membuka acara kegiatan Program Sekolah Binaan di RA Nurul Huda Bawu Batealit yang diselenggarakan oleh Program Studi Guru PAUD (PG-PAUD). “Proses belajar pada anak melibatkan interaksi guru, orang tua, teman, dan lingkungannya untuk mencapai perkembangan yang optimal sehingga anak-anak memiliki pengalaman berharga dalam membantu potensi dalam dirinya,” ujarnya (23/05-2022).

Kegiatan ini juga diselingi dengan penandatanganan MoA antara FTIK dengan RA Nurul Huda Bawu Batealit. “Penandatanganan kerja sama ini sebagai bukti dukungan Unisnu atas kegiatan sekolah binaan secara penuh agar memberi manfaat,” ungkap Abdul Rozaq.

Acara yang bertemakan Workshop Model Pembelajaran Sentra bagi Guru RA Nurul Huda Bawu Batealit bertempat di RA Nurul HUda Bawu Batealit dengan peserta 8 guru dan 3 pendamping dosen PG-PAUD Unisnu. “Tema ini diambil berdasarkan analisis kebutuhan lembaga yang menginginkan binaan untuk pengelolaan pembelajaran sentra,” ucap Dwiana Asih Wiranti, M.Pd. Ketua Panitia kegiatan yang juga dosen PG-PAUD Unisnu.

Kaprodi PG-PAUD Unisnu Muhammad Nofan Zulfahmi, MPd. menyampaikan model pembelajaran sentra dianggap tepat diterapkan guru dalam pembelajaran anak. “Disebut sentra sebab pusat kegiatan belajar berpusat pada anak dalam aspek perkembangan anak dalam sebuah lingkaran,” ujarnya.

Menurut Nofan, pembelajaran sentra mengadopsi BCCT (Beyond Center and Circle Time) yang merupakan pengembangan dari model pembelajaran Montessori, High Scope dan Reggio Emilia. Model pembelajaran sentra di dalamnya terdapat 3 jenis permainan yaitu main sensori motorik, main peran dan main pembangunan. Selain itu terdapat 4 pijakan yaitu pijakan lingkungan, pijakan sebelum main, pijakan saat main dan pijakan saat main. “Ciri khas dari model pembelajaran sentra adalah pembelajaran terpusat pada anak (active learning) dan terdapat ciri khas circle time (duduk melingkar) pada saat proses bermain seraya belajar baik di dalam kelas maupun di luar kelas,” jelasnya.

Menurut Nofan, fasilitas lembaga dan guru di RA Nurul Huda Bawu Batealit sudah sangat mendukung dalam pelaksanaan model pembelajaran sentra. “Sudah saatnya guru beralih pada model pembelajaran sentra menggantikan model pembelajaran klasikal,” harapnya.

Sementara Kepala Sekolah RA Nurul Huda Bawu Batealit Sandra Molina, S.Pd. sangat bersyukur mendapatkan kesempatan menjadi sekolah binaan PG-PAUD Unisnu. “Semoga para guru di RA Nurul Huda Bawu Batealit ini segera bisa mengimplementasikan model pembelajaran sentra dengan optimal,” tandasnya.

(Alvaros)


Admin FTK

Komentar