Siapkan SDM Era Society 5.0. Prodi PGSD Gelar Seminar Nasional dan Call for Paper

Siapkan SDM Era Society 5.0. Prodi PGSD Gelar Seminar Nasional dan Call for Paper

ftik.unisnu.ac.id - Sambut era society 5.0 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara berinisiatif memotivasi mahasiswa dan para pengampu bidang akademik untuk mempersiapkan diri agar mampu beradaptasi dan meningkatkan kecakapannya dengan menggelar acara Seminar Nasional dan Call for Paper bertajuk “Transformasi Digital dalam Pendidikan dan Pembelajaran di Era Society 5.0” yang menghadirkan narasumber Dr. Idam Ragil Widianto Atmojo,S.Pd.,M.S.i dari UNS Surakarta dan Aan Widiyono, M.Pd. dari Unisnu Jepara.

 

Seminar yang diselenggarakan pada Senin (07/7-2021) ini dilaksanakan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting. Kegiatan ini juga ditayangkan melalui channel YouTube Live Streaming di https://youtu.be/rVJa5k16hml. Kegiatan ini tidak hanya berupa seminar (nasional), namun juga Call for Paper bagi mahasiswa PGSD FTIK Unisnu. Adapun jumlah peserta Seminar dan Call for Paper mahasiswa sebanyak 324 peserta dengan total penulis artikel sebanyak 72 penulis dan 26 artikel yang nantinya akan dibukukan dalam Proceeding.

 

Dekan FTIK, Dr. H. Mahalli, M.Pd. menyampaikan dalam sambutannya, untuk menghadapi era society 5.0 mahasiswa perlu dibekali wawasan pengetahuan dan peningkatan kompetensi sebagai calon pendidik agar mampu bertransformasi di era digital dengan penerapan aplikasi digital untuk keberlangsungan kegiatan belajar mengajar baik secara luring maupun daring. Seminar ini juga sebagai sarana untuk menghasilkan learning outcomes yang berkualitas. Karena, pendidik harus mampu tampil sebagai fasilitator, inspirator dan motivator peserta didik untuk Merdeka Belajar, tambahnya.

 

Sementara itu, Kaprodi PGSD, Erna Zumrotun, M.Pd., menjelaskan seminar ini  dimaksudkan  untuk  menjembatani para mahasiswa dalam mengembangkan kompetensinya dibidang literasi teknologi digital. “Selama masa pandemi ini, penguasaan teknologi menjadi suatu kemampuan yang mutlak dimiliki pendidik,” Harapannya melalui kegiatan call for paper, mahasiswa juga dapat berlatih membuat karya tulis ilmiah dari hasil penelitian yang tentunya bisa memberikan kontribusi ilmu pengetahuan teruntuk bagi pendidik, tambahnya.

 

Dr. Idam Ragil Widianto Atmojo,S.Pd.,M.S.i dalam paparan materinya menjelaskan, tranformasi digital berpengaruh besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pelayanan oleh pendidik kepada peserta didik dalam pembelajaran. Juga pelayanan sekolah melalui sistem digital kepada masyarakat. Oleh sebab itu menurut Idam Ragil Widianto Atmojo, dalam menghadapi era society 5.0 dibutuhkan kemampuan literasi dasar yaitu literasi data, literasi teknologi, literasi manusia, dan literasi digital.

Ada tiga hal yang perlu dimanfaatkan pendidik di era society 5.0 yaitu internet of things, virtual/augmented reality, dan artificial intelligence. Maka PR bagi pendidik dan calon pendidik adalah memiliki keterampilan dibidang digital dan berpikir kreatif, lebih inovatif dan dinamis dalam mengajar di kelas, tegasnya.

 

Sementara, Aan Widiyono, M.Pd. juga memaparkan bahwa ada tiga komponen yang perlu dilakukan penyesuaian dalam pelaksanaan pembelajaran di era society 5.0 yakni model, strategi, dan media. Pemanfaatan model pembelajaran bisa meliputi inquiry learning, group investigation, dan project based learning. Sedangkan strategi pembelajaran dilakukan dengan pemanfaatan teknologi (E-Learning). Untuk pemanfaatan media pembelajaran menggunakan media audiovisual yang interaktif seperti berbentuk game yang dapat dibuat dari berbagai aplikasi adobe flash, kahoot, Quizizz, corel draw dan lain sebagainya.

 

Pelaksanaan Seminar Nasional di akhiri dengan parallel session, dimana mahasiswa melakukan presentasi hasil dari penelitian dan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan dalam 1 tahun terakhir. “Harapan dengan dilaksanakannya seminar ini, mahasiswa senantiasa mengupgrade pengetahuan dan meningkatkan daya kreativitasnya dalam mengoperasikan tekhnologi digital yang bisa diterapkan dalam bidang pendidikan dan pengajaran di era society 5.0,” ungkap Syailin Nihla Chairin Attalina, M.Pd. selaku moderator yang memandu jalannya seminar nasional. (hr).



Admin FTK

Komentar