Prodi PGSD FTIK Unisnu Jepara Bekali Guru SD Strategi AKM

Prodi PGSD FTIK Unisnu Jepara Bekali Guru SD Strategi AKM

FTIK Unisnu Jepara - Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara perkuat sekolah binaan di tingkat sekolah dasar. Sekolah binaan merupakan realisasi dari tri dharma perguruan tinggi dan dalam rangka untuk menjalin kerjasama dan silaturrahmi dengan sekolah dasar di lingkungan Kabupaten Jepara. Sekolah binaan diadakan setiap tahun dan dikemas dalam kegiatan workhsop. Workhsop yang diadakan kali ini bertema “Strategi Guru Mempersiapkan AKM Menuju Sekolah Dasar Berkualitas” yang menghadirkan narasumber Widi Ardianto, M.Pd. yang merupakan praktisi guru SD sekaligus Dosen PPG UNNES.

Kesempatan tahun ini dilaksanakan diikuti oleh guru-guru di SDN 1 Kuanyar  dan SDN 2 Kuanyar Mayong-Jepara pada hari Selasa (12/10) secara tatap muka langsung dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dekan FTIK, Drs. Abdul Rozaq, M.Ag. menyampaikan bahwa Prodi PGSD FTIK Unisnu Jepara memiliki komitmen yang cukup tinggi dalam upaya mengembangkan pendidikan di sekolah dasar. Salah satunya melalui program sekolah binaan. Beliau berharap bahwa Program sekolah binaan dapat memberikan kontribusi ke sekeolah. 

Sementara Kaprodi PGSD, Erna Zumrotun, M.Pd., menjelaskan sekolah binaan ini dimaksudkan memberikan pendampingan bagi guru sekolah dasar dalam meningkatkan pengetahuan dan memperkaya wawasan kependidikan yang tentunya dengan tema sesuai kebutuhan dari pihak sekolah. Untuk tahun ini program sekolah binaan bertujuan untuk membantu guru dalam mempersiapkan AKM menuju sekolah dasar berkualitas. ”Harapannya melalui kegiatan sekolah binaan ini, para pendidik sekolah dasar dapat meningkat kompetensinya sebagai pendidik sekaligus mampu memajukan sekolah melalui proses pembelajaran yang bermakna”, tambahnya. 

Sedangkan Widi Ardianto, M.Pd. selaku narasumber, dalam paparannya menjelaskan AKM merupakan penilaian kompetensi mendasar yang diperlukan oleh semua murid untuk mampu mengembangkan kapasitas diri dan berpartisipasi positif dalam masyarakat. Maka dari itu, menurut Widi Ardianto, dalam mempersiapkan AKM, dibutuhkan keterampilan pendidik dalam melaksanakan proses pembelajaran yang kreatif, inovatif berbasis masalah agar mampu meningkatkan daya penalaran peserta didik dalam memecahkan permasalahan sehingga mampu berpikir kritis dan kreatif, tukasnya.

Pelaksanaan program sekolah binaan diakhiri dengan kegiatan praktik membuat soal-soal literasi maupun numerasi dengan Higher order thingking skill (HOTS) dengan tujuan agar para peserta terbiasa memberikan soal yang berbobot seperti soal AKM.

Sebagai penutup moderator Aan Widiono, M.Pd  berharap dilaksanakannya sekolah binaan ini, para guru senantiasa mengupgrade pengetahuan dan meningkatkan kualitas pembelajaran agar dapat menghasilkan peserta didik (learning outcomes) yang berkualitas. (Hamidatur R)



Admin FTK

Komentar