Prodi PAI Rumuskan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka

Prodi PAI Rumuskan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka

Merdeka Belajar-Kampus Merdeka atau yang sering disebut MB-KM menuntut Perguruan Tinggi untuk dapat merencanakan dan melaksanakan pembelajaran yang inovatif sehingga mahasiswa mampu mencapai kompetensi kognitif, afektif, dan ketrampilan dengan baik dan optimal. 

Guna mencapai hal tersebut, prodi PAI FTIK Unisnu Jepara menyelenggarakan workshop dengan judul “Desain Kurikulum Merdeka Belajar: Kampus Merdeka pada Rabu, (7/4) di ruang Sidang FTIK Unisnu Jepara.

Kegiatan workshop MB-KM yang dinarasumberi oleh Dr. Mohammad Agung Rohimawan, M.Pd dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut bukan yang pertama kali dilaksanakan. Sebelumnya Prodi PAI juga sudah melaksanakan dua kali kegiatan serupa diawal-awal muncul gagasan MB-KM.  

“Kami berharap di waktu yang sangat terbatas ini Bapak Agung dapat membimbing kami, sehingga nanti dapat menghasilkan sebuah kurikulum yang berbasis MB-KM” terang Khalimatus Sa’diyah, Kaprodi PAI FTIK Unisnu Jepara dalam sambutannya.

Meskipun sudah melaksanakan workshop kurikulum MB-KM sebelumnya, namun Dekan FTIK Unisnu Jepara mengungkapkan bahwa belum berani menerapkan kurikulum MB-KM secara penuh karena pelaksanaannya berkaitan juga dengan kesiapan universitas.

“Semoga Pak Agung bisa memberikan contoh best practice dalam pelaksanaan MB-KM yang menurut info sudah dilaksanakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, sehingga nantinya bisa ditiru di Unisnu ini. Karena mau tidak mau, oleh pemerintah kita harus menerapkan kurikulum MB-KM ini di tahun depan” tuturnya.

Dr. H. Mahalli, M.Pd. juga menghimbau kepada seluruh peserta yang merupakan seluruh dosen tetap prodi PAI agar senantiasa mengikuti kegiatan dengan seksama, karena ujung tombak dalam penerapan kurikulum MB-KM kepada mahasiswa adalah para dosen selain juga kebijakan dari universitas.

Pada sesi pertama, narasumber melakukan penjelasan serta dasar pelaksanaan kurikulum berbasis MB-KM. Selain itu juga melakukan sharing dengan peserta workshop tentang kurikulum yang selama ini sudah berjalan di FTIK Unisnu Jepara. Selanjutnya, pada sesi kedua peserta workshop dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan renstrukturisasi kurikulum berbasis MB-KM dengan pola yang berbeda pada masing-masing kelompok.

Pada akhir sesi, narasumber mengungkapkan kekagumannya kepada prodi PAI yang diisi oleh dosen-dosen yang masih muda. “Dosen-dosen yang muda dan energik di prodi PAI ini saya yakin pasti bisa ‘diajak lari’ untuk memajukan prodi PAI ini” pungkasnya.


Admin FTK

Komentar