Peningkatan Akhlak dan Etos Kerja Sebagai Esensi Pendidikan

Peningkatan Akhlak dan Etos Kerja Sebagai Esensi Pendidikan

Oleh: Azzah Nor Laila, S.Th.I., M.S.I. I Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UNISNU Jepara. Pendidikan merupakan persoalan penting bagi manusia. Pendidikan selalu jadi tumpuan harapan untuk mengembangkan bangsa. Stabilitas, kemajuan sampai kemunduran suatu bangsa selalu ditinjau dan diukur dari sistem pendidikannya. Ada beberpa istilah yang sering dirujuk memiliki arti pendidikan, diantaranya tarbiyyah, ta’lim, dan ta’dib. Tarbiyyah, secara bahasa memiliki beberapa asal kata yang maknanya bertambah, berkembang, memelihara, dan memperbaiki. Hal itu bisa dipahami bahwa proses pendidikan merupakan proses memelihara fitrah manusia, menambah ilmu atau wawasan, mengembangkan potensi masing-masing, serta memperbaiki pribadi dan tatanan sosial yang ada. Kemudian istilah ta’lim, yang secara bahasa berarti pengajaran. Lafal ini memiliki akar kata yang sama dengan ‘ilm. kata ‘ilmu dengan berbagai bentuk derivasinya terulang sebanyak 854 kali dalam al-Qur’an. Kata ini digunakan untuk arti proses pencapaian pengetahuan dan objek pengetahuan. Dalam beberapa tafsir al-Qur’an, ilmu merupakan suatu pemberian dan anugerah Allah yang menjadikan manusia unggul terhadap makhluk-makhluk lain guna menjalankan fungsi kekhalifahan di bumi. Istilah terakhir tersebut ta’dib, secara bahasa memiliki akar kata yang sama dengan adab. Istilah ini lebih mengarah pada tujuan dari suatu proses pendidikan pada hakikatnya yaitu membentuk generasi yang beradab atau berakhlak. Hal itu yang mendasari pentingnya pendidikan karakter. Pendidikan karakter ada dua. Pertama, karakter akhlak atau moral. Seperti penanaman sikap jujur, sopan, dan nilai-nilai kebaikan lainnya. Kedua, karakter kinerja. Meliputi etos kerja, tanggung jawab, ulet, disiplin, dan lainnya. Kedua karakter tersebut menjadi penting dan perlu ditanamkan. Bila kedua hal tersebut dimiliki generasi bangsa ini, maka akan muncul generasi yang berakhlak mulia serta memiliki semangat kinerja tinggi. Sosok teladan yang memiliki kedua karakter tersebut adalah baginda Rasulullah Muhammad Saw. Semoga pendidikan Indonesia semakin maju, para pendidik mampu memberi teladan dan mencetak generasi berakhlak serta professional. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2018, semangat membumikan akhlak Rasul, menjadi insan cendekia nan unggul.    
Oleh: Azzah Nor Laila, S.Th.I., M.S.I. I Dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UNISNU Jepara. Pendidikan merupakan persoalan penting bagi manusia. Pendidikan selalu jadi tumpuan harapan untuk mengembangkan bangsa. Stabilitas, kemajuan sampai kemunduran suatu bangsa selalu ditinjau dan diukur dari sistem pendidikannya. Ada beberpa istilah yang sering dirujuk memiliki arti pendidikan, diantaranya tarbiyyah, ta’lim, dan ta’dib. Tarbiyyah, secara bahasa memiliki beberapa asal kata yang maknanya bertambah, berkembang, memelihara, dan memperbaiki. Hal itu bisa dipahami bahwa proses pendidikan merupakan proses memelihara fitrah manusia, menambah ilmu atau wawasan, mengembangkan potensi masing-masing, serta memperbaiki pribadi dan tatanan sosial yang ada. Kemudian istilah ta’lim, yang secara bahasa berarti pengajaran. Lafal ini memiliki akar kata yang sama dengan ‘ilm. kata ‘ilmu dengan berbagai bentuk derivasinya terulang sebanyak 854 kali dalam al-Qur’an. Kata ini digunakan untuk arti proses pencapaian pengetahuan dan objek pengetahuan. Dalam beberapa tafsir al-Qur’an, ilmu merupakan suatu pemberian dan anugerah Allah yang menjadikan manusia unggul terhadap makhluk-makhluk lain guna menjalankan fungsi kekhalifahan di bumi. Istilah terakhir tersebut ta’dib, secara bahasa memiliki akar kata yang sama dengan adab. Istilah ini lebih mengarah pada tujuan dari suatu proses pendidikan pada hakikatnya yaitu membentuk generasi yang beradab atau berakhlak. Hal itu yang mendasari pentingnya pendidikan karakter. Pendidikan karakter ada dua. Pertama, karakter akhlak atau moral. Seperti penanaman sikap jujur, sopan, dan nilai-nilai kebaikan lainnya. Kedua, karakter kinerja. Meliputi etos kerja, tanggung jawab, ulet, disiplin, dan lainnya. Kedua karakter tersebut menjadi penting dan perlu ditanamkan. Bila kedua hal tersebut dimiliki generasi bangsa ini, maka akan muncul generasi yang berakhlak mulia serta memiliki semangat kinerja tinggi. Sosok teladan yang memiliki kedua karakter tersebut adalah baginda Rasulullah Muhammad Saw. Semoga pendidikan Indonesia semakin maju, para pendidik mampu memberi teladan dan mencetak generasi berakhlak serta professional. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2018, semangat membumikan akhlak Rasul, menjadi insan cendekia nan unggul.

Komentar



Berita Terkait