Pendidik Tak Cukup Sekedar Transfer of Knowledge, Apa Lainnya?


FTIK UNISNU - Setiap proses pembelajaran berlangsung, penting bagi seorang pendidik maupun peserta didik untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan pendidikan. Hal ini hanya dapat diketahui jika pendidik melakukan evaluasi, baik evaluasi terhadap proses maupun produk pembelajaran. Evaluasi memiliki arti lebih luas daripada penilaian, karena dalam evaluasi sudah tercakup penilaian.

Hal itu disampaikan Dr. Das Salirawati, M.Si atau yang akrab disapa Wati Salsabila, pakar pendidikan yang komika Stand Up Comedy Metro TV dalam kegiatan Workshop Evaluasi Pembelajaran Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara Rabu (10/08/2016) di ruang Microteaching lantai 3 kampus setempat.

Lebih lanjut, dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu menjelaskan, seorang pendidik tidak hanya bertugas untuk transfer of knowledge, tetapi juga transfer of values dan transfer of skills. Pengetahuan yang diterima peserta didik tidak hanya menjadi school of knowledge (kumpulan pengetahuan dari sekolah-red), tetapi dapat dipahami dan diresapi makna konsep-konsep keilmuan tersebut sampai ke dalam hatinya agar menjadi milik diri  yang ia sebut inner of knowledge. Sehingga dengan diinternalisasikannya ilmu tersebut, diharapkan akan menjadi pegangan bagi peserta didik ketika bertindak dan berperilaku  dalam kehidupan sebagai bentuk action of knowledge.

Ia mengaku, bangsa Indonesia telah menyadari arti pentingnya pendidikan yang dibuktikan dengan pasal 3 pada  UU RI No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional yang didalamnya tercantum bahwa Pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

“Untuk mencapai tujuan tersebut tentu dibutuhkan pendidik yang mampu menjadikan peserta didik sebagai generasi penerus bangsa yang berkarakter dan berkualitas akhlaknya sekaligus cerdas intelektualnya”, tegas dosen jurusan Pendidikan Kimia FMIPA itu

Ia juga menjelaskan, seorang pendidik dituntut untuk mampu membidik kompetensi anak didiknya bukan hanya pada aspek kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotoriknya.

Menurut Fathur Rohman M Pd I  ketua panitia workshop, Das Salirawati sengaja dihadirkan oleh Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kegeruan Unisnu Jepara untuk berbagi ilmu dalam workshop evaluasi pembelajaran bertajuk “Penyusunan Soal dan Authentic Assissment Perguruan Tinggi”. Ia dipilih menjadi narasumber karena tergolong pakar evaluasi pendidikan yang berkualitas. Hal itu dibuktikan ia pernah menjadi konsultan gramedia dan aktif di program-program kementrian pendidikan. Selain itu Ia juga memiliki humor tinggi dalam forum terbukti ia pernah aktif menjadi komika dalam acara stand up comedy yang tayang di salah satu televisi swasta Indonesia. [Azaz Riyadi]


Admin Unisnu

Komentar