Dosen PBI Presentasi dalam Seminar AnCoMS 2018

Dosen PBI Presentasi dalam Seminar AnCoMS 2018

FTIK UNSINU - Seminar 2nd Annual Conference for Muslim Scholars (AnCoMS) Tahun 2018 yang dilaksanakan baru-baru ini tanggal 20-21 April 2018. Dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) ikut andil sebagai pemakalah pada seminar tersebut.  Kegiatan seminar diinisiasi dan difasilitasi oleh Kopertais IV Surabaya, bertempat di UIN Sunan Ampel Surabaya. Tema yang diusung oleh AnCoMS tahun ini adalah Strengthening the Moderate Vision of Indonesian Islam. 2nd AnCoMS 2018 merupakan konferensi Internasional akademik tahunan dihadiri oleh para akademisi muslim Indonesia. Berbagai makalah yang disajikan oleh para akademisi dalam konferensi ini adalah hasil karya berupa pemikiran dan penelitian mengenai bagaimana merespon perkembangan Islam di Indonesia saat ini, terutama soal isu menggerakkan visi moderasi Islam dengan berbagai perspektif kajian. Sehingga diharapkan mereka dapat berkontribusi pada pemikiran Islam moderat di perguruan tinggi. Beberapa rangkaian acara 2nd AnCoMS yang diinisiasi oleh Kopertais Wilayah IV Surabaya ini diawali dengan sesi seminar pada Sabtu (21/04) di ruang Amphitheatre Gedung Twin Towers UIN Sunan Ampel Surabaya dengan dihadiri oleh tamu undangan spesial sebagai keynote speakers yaitu Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag, Arskal Salim, Senior Lecturer at the Faculty of Law, Monash University Nadirsyah Hosen, dan Guru Besar UII Yogyakarta Mahfud MD. Usai seminar pembukaan oleh keynote speakers, acara dilanjutkan dengan Konferensi Ilmiah yang menghadirkan 100 presenter atau pemakalah. Para pemakalah tersebut mengulas tema Strenthening the Moderate Vision of Indonesian Islam dalam berbagai perspektif subtema yang diusung, yakni perspektif Komunikasi Islam, Hukum Islam, Pendidikan Islam, Peradaban Islam, Pemikiran Islam, Ekonomi Islam, dan perspektif Multidisipliner. Dari 100 pemakalah tersebut terdapat dua dosen PBI FTIK Unisnu Jepara, yaitu Aliva Rosdiana dengan subtema perspektif multidisipliner mempresentasikan karya ilmiahnya berjudul “Memperkuat Kearifan Lokal Islam Melalui Perang Obor.” Aliva Rosdiana mengenalkan salah satu kearifan lokal Islam di Jepara yang patut dilestarikan agar tidak punah dengan penguatan melalui perayaan budaya pada waktu tertentu. Dan dosen PBI berikutnya yaitu Santi Andriyani mengangkat kajian subtema Pendidikan Islam dengan judul “Penanaman Nilai-Nilai Multikulturalisme melalui Pengajaran Listening Menggunakan Lagu Islami Berbahasa Inggris.” Teori yang digunakan dalam tulisan Santi adalah mengacu pada Dell Hymes yang mengajarkan nilai-nilai multikulturalisme yaitu toleransi, demokrasi, kesamaan, dan keadilan. Diakhir acara penutupan, 2nd AnCoMS juga dimeriahkan dengan kegiatan temu jaringan ilmiah oleh Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Diktis Kemenag Suwendi dan Kasi Penelitian dan Pengelolaan HAKI Diktis Mahrus Wahid dalam sesi pencerahan dan penjaringan bagi para akademisi untuk beramai-ramai menulis penelitian dan pengabdian masyarakat serta sesi Tanya jawab oleh peserta. (admin)
FTIK UNSINU - Seminar 2nd Annual Conference for Muslim Scholars (AnCoMS) Tahun 2018 yang dilaksanakan baru-baru ini tanggal 20-21 April 2018 dihadiri oleh dosen Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) sebagai pemakalah yang difasilitasi oleh Kopertais IV Surabaya, bekerjasama dengan UIN Sunan Ampel Surabaya. Tema yang diusung oleh AnCoMS tahun ini adalah Strengthening the Moderate Vision of Indonesian Islam. 2nd AnCoMS 2018 merupakan konferensi Internasional akademik tahunan dihadiri oleh para akademisi muslim Indonesia. Berbagai makalah yang disajikan oleh para akademisi dalam konferensi ini adalah hasil karya berupa pemikiran dan penelitian mengenai bagaimana merespon perkembangan Islam di Indonesia saat ini, terutama soal isu menggerakkan visi moderasi Islam dengan berbagai perspektif kajian. Sehingga diharapkan mereka dapat berkontribusi pada pemikiran Islam moderat di perguruan tinggi. Beberapa rangkaian acara 2nd AnCoMS yang diinisiasi oleh Kopertais Wilayah IV Surabaya ini diawali dengan sesi seminar pada Sabtu (21/04) di ruang Amphitheatre Gedung Twin Towers UIN Sunan Ampel Surabaya dengan dihadiri oleh tamu undangan spesial sebagai keynote speakers yaitu Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag, Arskal Salim, Senior Lecturer at the Faculty of Law, Monash University Nadirsyah Hosen, dan Guru Besar UII Yogyakarta Mahfud MD. Usai seminar pembukaan oleh keynote speakers, acara dilanjutkan dengan Konferensi Ilmiah yang menghadirkan 100 presenter atau pemakalah. Para pemakalah tersebut mengulas tema Strenthening the Moderate Vision of Indonesian Islam dalam berbagai perspektif subtema yang diusung, yakni perspektif Komunikasi Islam, Hukum Islam, Pendidikan Islam, Peradaban Islam, Pemikiran Islam, Ekonomi Islam, dan perspektif Multidisipliner. Dari 100 pemakalah tersebut terdapat dua dosen PBI FTIK Unisnu Jepara, yaitu Aliva Rosdiana dengan subtema perspektif multidisipliner mempresentasikan karya ilmiahnya berjudul “Memperkuat Kearifan Lokal Islam Melalui Perang Obor.” Aliva Rosdiana mengenalkan salah satu kearifan lokal Islam di Jepara yang patut dilestarikan agar tidak punah dengan penguatan melalui perayaan budaya pada waktu tertentu. Dan dosen PBI berikutnya yaitu Santi Andriyani mengangkat kajian subtema Pendidikan Islam dengan judul “Penanaman Nilai-Nilai Multikulturalisme melalui Pengajaran Listening Menggunakan Lagu Islami Berbahasa Inggris.” Teori yang digunakan dalam tulisan Santi adalah mengacu pada Dell Hymes yang mengajarkan nilai-nilai multikulturalisme yaitu toleransi, demokrasi, kesamaan, dan keadilan. Diakhir acara penutupan, 2nd AnCoMS juga dimeriahkan dengan kegiatan temu jaringan ilmiah oleh Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Diktis Kemenag Suwendi dan Kasi Penelitian dan Pengelolaan HAKI Diktis Mahrus Wahid dalam sesi pencerahan dan penjaringan bagi para akademisi untuk beramai-ramai menulis penelitian dan pengabdian masyarakat serta sesi Tanya jawab oleh peserta.

Komentar



Berita Terkait